|
NAWAF BAHANAN |
SAKIT
|
- Kelas 7 A (Tahsin) 10 Soal Esai Tingkat C3 (Penerapan)
Materi: Al‑Qomariyah, Asyamsiyah, penyempurnaan harakat, Qalqalah, cara menyambung Isti‘adzah‑Basmalah‑awal surat
Soal
1. Dalam bacaan ﴿الْقَمَرِ﴾ dan ﴿الشَّمْسِ﴾, jelaskan cara kamu membedakan hukum bacaan al‑Qomariyah dan Asyamsiyah, lalu sebutkan dua contoh huruf masing‑masing!
2. Diberikan kata : فَتَحَ . Jelaskan asal harakatnya menurut fataha yaftahu, dan bagaimana cara kamu menyempurnakan bacaan harakat fathah ketika membacanya!
3. Kata اِنْكَسَرَ memiliki asal inkasaro yankasiru. Jelaskan apa yang harus kamu lakukan agar harakat kasroh tidak terburu‑buru dan terbaca sempurna saat membaca!
4. Kata ضَمَّ memiliki asal domma yadummu. Tunjukkan bagaimana cara kamu menyempurnakan bacaan harakat dhommah agar tidak salah menjadi harakat lain!
5. Kata سَكَنَ memiliki asal sakana yaskunu. Jelaskan arti sukun dan apa yang harus kamu lakukan ketika bertemu huruf bersukun agar bacaan benar!
6. Saat kamu sedang membaca dan bertemu huruf qalqalah bersukun di tengah ayat, jelaskan bagaimana cara kamu membaca qalqalah sughro!
7. Jelaskan perbedaan cara kamu membaca qalqalah kubro dengan qalqalah sughro, dan sebutkan tempat terjadinya qalqalah kubro!
8. Dari lima huruf qalqalah: ق ط ب ج د , mana saja yang bacanya tebal dan mana yang tipis? Jelaskan bagaimana kamu melakukannya saat membaca!
9. Sebutkan dan jelaskan ke‑1 dan ke‑2 dari empat cara menyambung bacaan Isti‘adzah, Basmalah, dan awal surat!
10. Sebutkan dan jelaskan ke‑3 dan ke‑4 dari empat cara menyambung bacaan Isti‘adzah, Basmalah, dan awal surat!
Kunci Jawaban
1. ✅ Al‑Qomariyah: huruf ل pada al dibaca jelas, tidak ditasydidkan, sebelum huruf qomariyah. Contoh: ا ب ج ح خ ع غ ح ق ك م ه ء. Asyamsiyah: huruf ل pada al tidak terdengar, huruf sesudahnya ditasydidkan. Contoh: ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن. Saya membedakan dengan melihat huruf sesudah al, lalu membaca sesuai hukumnya.
2. ✅ Asal fathah: fataha yaftahu → mulut dibuka ke arah atas. Cara menyempurnakan: membuka mulut secukupnya, tidak terlalu lebar dan tidak terlalu kecil, suara keluar jelas sebelum berpindah ke huruf berikutnya.
3. ✅ Asal kasroh: inkasaro yankasiru → lidah ditarik ke bawah. Cara menyempurnakan: menurunkan bagian belakang lidah secukupnya, menahan sejenak agar tidak terburu‑buru, suara kasroh terdengar sempurna.
4. ✅ Asal dhommah: domma yadummu → bibir dipelintir. Cara menyempurnakan: memutar bibir ke depan seperti mau meniup, tidak memendekkan atau mengubah bentuk bibir, sehingga tidak menjadi fathah atau kasroh.
5. ✅ Sukun adalah huruf yang tidak memiliki harakat. Asal sakana yaskunu → diam. Cara membaca: menahan sejenak tanpa menambah harakat apa pun, lalu langsung ke huruf berikutnya.
6. ✅ Qalqalah sughro terjadi di tengah ayat. Cara membaca: memantulkan suara huruf qalqalah dengan lembut, tidak terlalu keras, hanya cukup untuk terasa ada pantulan suara.
7. ✅ Qalqalah sughro: di tengah ayat, pantulan lembut. Qalqalah kubro: di akhir ayat atau akhir kalimat, pantulan suara lebih kuat dan jelas.
8. ✅ Huruf qalqalah tebal: ق ط ب ج ; huruf tipis: د. Cara: saat membaca huruf tebal lidah menekan ke bagian atas mulut dengan kuat, sedangkan huruf د suara lebih ringan dan tidak ditekan terlalu kuat.
9. ✅ Cara 1: dipisah semua → Isti‘adzah berhenti, Basmalah berhenti, baru mulai awal surat. Cara 2: Isti‘adzah disambung ke Basmalah, lalu berhenti sebelum awal surat.
10. ✅ Cara 3: Isti‘adzah berhenti, Basmalah disambung ke awal surat. Cara 4: semuanya disambung → Isti‘adzah‑Basmalah‑awal surat tanpa berhenti sama sekali.
- Kelas 7 B (Tahsin) 10 Soal Esai Tingkat C3 (Penerapan)
Materi: Al‑Qomariyah, Asyamsiyah, penyempurnaan harakat, Qalqalah, cara menyambung Isti‘adzah‑Basmalah‑awal surat
Soal
1. Dalam bacaan ﴿الْقَمَرِ﴾ dan ﴿الشَّمْسِ﴾, jelaskan cara kamu membedakan hukum bacaan al‑Qomariyah dan Asyamsiyah, lalu sebutkan dua contoh huruf masing‑masing!
2. Diberikan kata : فَتَحَ . Jelaskan asal harakatnya menurut fataha yaftahu, dan bagaimana cara kamu menyempurnakan bacaan harakat fathah ketika membacanya!
3. Kata اِنْكَسَرَ memiliki asal inkasaro yankasiru. Jelaskan apa yang harus kamu lakukan agar harakat kasroh tidak terburu‑buru dan terbaca sempurna saat membaca!
4. Kata ضَمَّ memiliki asal domma yadummu. Tunjukkan bagaimana cara kamu menyempurnakan bacaan harakat dhommah agar tidak salah menjadi harakat lain!
5. Kata سَكَنَ memiliki asal sakana yaskunu. Jelaskan arti sukun dan apa yang harus kamu lakukan ketika bertemu huruf bersukun agar bacaan benar!
6. Saat kamu sedang membaca dan bertemu huruf qalqalah bersukun di tengah ayat, jelaskan bagaimana cara kamu membaca qalqalah sughro!
7. Jelaskan perbedaan cara kamu membaca qalqalah kubro dengan qalqalah sughro, dan sebutkan tempat terjadinya qalqalah kubro!
8. Dari lima huruf qalqalah: ق ط ب ج د , mana saja yang bacanya tebal dan mana yang tipis? Jelaskan bagaimana kamu melakukannya saat membaca!
9. Sebutkan dan jelaskan ke‑1 dan ke‑2 dari empat cara menyambung bacaan Isti‘adzah, Basmalah, dan awal surat!
10. Sebutkan dan jelaskan ke‑3 dan ke‑4 dari empat cara menyambung bacaan Isti‘adzah, Basmalah, dan awal surat!
Kunci Jawaban
1. ✅ Al‑Qomariyah: huruf ل pada al dibaca jelas, tidak ditasydidkan, sebelum huruf qomariyah. Contoh: ا ب ج ح خ ع غ ح ق ك م ه ء. Asyamsiyah: huruf ل pada al tidak terdengar, huruf sesudahnya ditasydidkan. Contoh: ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن. Saya membedakan dengan melihat huruf sesudah al, lalu membaca sesuai hukumnya.
2. ✅ Asal fathah: fataha yaftahu → mulut dibuka ke arah atas. Cara menyempurnakan: membuka mulut secukupnya, tidak terlalu lebar dan tidak terlalu kecil, suara keluar jelas sebelum berpindah ke huruf berikutnya.
3. ✅ Asal kasroh: inkasaro yankasiru → lidah ditarik ke bawah. Cara menyempurnakan: menurunkan bagian belakang lidah secukupnya, menahan sejenak agar tidak terburu‑buru, suara kasroh terdengar sempurna.
4. ✅ Asal dhommah: domma yadummu → bibir dipelintir. Cara menyempurnakan: memutar bibir ke depan seperti mau meniup, tidak memendekkan atau mengubah bentuk bibir, sehingga tidak menjadi fathah atau kasroh.
5. ✅ Sukun adalah huruf yang tidak memiliki harakat. Asal sakana yaskunu → diam. Cara membaca: menahan sejenak tanpa menambah harakat apa pun, lalu langsung ke huruf berikutnya.
6. ✅ Qalqalah sughro terjadi di tengah ayat. Cara membaca: memantulkan suara huruf qalqalah dengan lembut, tidak terlalu keras, hanya cukup untuk terasa ada pantulan suara.
7. ✅ Qalqalah sughro: di tengah ayat, pantulan lembut. Qalqalah kubro: di akhir ayat atau akhir kalimat, pantulan suara lebih kuat dan jelas.
8. ✅ Huruf qalqalah tebal: ق ط ب ج ; huruf tipis: د. Cara: saat membaca huruf tebal lidah menekan ke bagian atas mulut dengan kuat, sedangkan huruf د suara lebih ringan dan tidak ditekan terlalu kuat.
9. ✅ Cara 1: dipisah semua → Isti‘adzah berhenti, Basmalah berhenti, baru mulai awal surat. Cara 2: Isti‘adzah disambung ke Basmalah, lalu berhenti sebelum awal surat.
10. ✅ Cara 3: Isti‘adzah berhenti, Basmalah disambung ke awal surat. Cara 4: semuanya disambung → Isti‘adzah‑Basmalah‑awal surat tanpa berhenti sama sekali.
- Kelas 7 B (Tajwid) Berikan contoh dari masing" bab nun sukun, mim sukun dan tingkatan ghunnah!
- Kelas 9 A (Tajwid) Berikan masing" contoh pada bab mad ashliy dan far'iy masing" judul 1 saja!
- Kelas 10 A (TAJWID) Berikan contoh dari masing" bab nun sukun, mim sukun dan tingkatan ghunnah!
|